Ilmu Sejarah membagi sejarah ke dalam dua
pengertian. Pertama, sejarah sebagai peristiwa, yaitu peristiwa di masa lamapu
yang menyangkut kehidupan manusia sebagaimana terjadinya (history as past
actuality) atau histoire-realite). Kedua, sejarah sebagai kisah, yaitu peristiwa
sejarah sebagaimana dikisahkan/dituliskan (history as written atau
histoire-recite). Dengan kata lain, sejarah dalam pengertian kedua adalah ilmu yang mempelajari
peristiwa yang menyangkut kehidupan manusia di masa lampau seara selektif,
yaitu peristiea-peristiwa yang memiliki signifikansi (arti penting).
Di Indonesia
ada persetujuan tidak tertulis antara sejarah dan arkeologi, yaitu sejarah meneliti
peristiwa-peristiwa sesudah tahun 1500, sedangkan peristiwa-peristiwa sebelumnya
menjadi garapan arkeologi. Disadari ataupun tidak, pengalaman dan/atau
pengetahuan mengenai masa lampau sesungguhnya memiliki berbagai fungsi, yaitu
fungsi informasi, fungsi edukasi, fungsi filosofis, fungsi pragmatis, dan
fungsi praktis. Sejalan dengan fungsi-fungsi tersebut, maka sejarah memiliki
berbagai kegunaan, yaitu sebagai pelajaran, sumber inspirasi, dan sarana/Media rekreatif.
Bahwa sejarah memiliki kegunaan bagi kehidupan manusia, tercermin dari
beberapa ungkapan yang menunjukkan makna sejarah, seperti “belajarlah dari
sejarah”, “sejarah adalah guru yang paling baik dan abadi”, “sejarah adalah obor
kebenaran”, dan sebagainya. mereka
mengolah jiwanya untuk mendapatkan kekuatan dalam penyatuan alam sehingga
mendapatkan wangsit bagaimana untuk mengarungi perjalanan hidup. Akan tetapi
tidak semua mampu menganalisa wangsit tersebut sehingga akhirnya mereka
menggunakan ritual yang tidak ada pada wangsit yang mengakibatkan munculnya
ilmu-ilmu keturunan di tanah jawa, salah satunya adalah ilmu kebatinan.
Lain halnya bagi mereka yang mampu menganalisa wangsit yang diterima maka
mereka dapat mengolah jiwanya sehingga timbul rasa percaya diri sebagai sumber
kekuatan yang luar biasa. Dialah cikal bakal yang mampu menghalau musuh
sehingga mampu menghalau musuhnya dengan meluluhkan hatinya dan musuh tunduk
mengikuti perintah mereka. Mereka terus menganggap Semar sebagai pengayom
sedangkan Semar tetap belum maujud namun sugesti yang dirasakan membuat nama
Semar mengalir ke rongga tubuh hingga memancarkan suatu charisma.







No comments:
Post a Comment