Masyarakat Keluhkan Pemberitaan Bantuan Lockdown Terlalu Pencitraan Tidak Kunjung Ada Realisasi. Masyarakat Menilai Pengalihan Isu Politik Media Massa Soal Ekonomi Terpuruk Paska Virus Corona

Sunday, November 10, 2013

Mata Uang Rupiah diprediksi melemah Rp11.390-Rp11.418 per USD


Merdeka.com - Pekan lalu, nilai tukar rupiah kembali dihantam pelemahan. Padahal terdapat sentimen positif dari penaikan kepemilikan asing di obligasi.
Maka itu, hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan di atas target support Rp 11.415-Rp 11.418-Rp 11.390 (kurs tengah BI).
"Dengan dirilisnya kenaikan GDP dan penurunan klaim pengangguran AS membuat spekulasi nantinya The Fed akan mempertimbangkan untuk mempercepat tappering off stimulus sehingga pelaku pasar merespon negatif dan berimbas pada anjloknya rupiah dan menutup sentimen positif tersebut," ujar Analis Trust Securities Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Senin (11/11).

Di samping itu, adanya rilis data ekonomi AS yang positif lainnya memperlihatkan seolah-olah government shutdown yang sempat terjadi tidak banyak berpengaruh. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (8/11) sore, bergerak melemah sebesar 22 poin menjadi Rp11.417 per USD dibanding posisi sehari sebelumnya Rp11.395 per USD.

No comments:

Post a Comment