Merdeka.com - Pekan lalu, nilai tukar rupiah kembali dihantam pelemahan.
Padahal terdapat sentimen positif dari penaikan kepemilikan asing di obligasi.
Maka itu, hari ini, nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan di atas target support Rp 11.415-Rp
11.418-Rp 11.390 (kurs tengah BI).
"Dengan dirilisnya kenaikan GDP
dan penurunan klaim pengangguran AS membuat spekulasi nantinya The Fed akan
mempertimbangkan untuk mempercepat tappering off stimulus sehingga pelaku pasar
merespon negatif dan berimbas pada anjloknya rupiah dan menutup sentimen
positif tersebut," ujar Analis Trust Securities Reza Priyambada dalam
riset hariannya, Jakarta, Senin (11/11).
Di samping itu, adanya rilis data
ekonomi AS yang positif lainnya memperlihatkan seolah-olah government shutdown
yang sempat terjadi tidak banyak berpengaruh. Nilai tukar rupiah yang
ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (8/11) sore, bergerak melemah
sebesar 22 poin menjadi Rp11.417 per USD dibanding posisi sehari sebelumnya
Rp11.395 per USD.







No comments:
Post a Comment