Melalui video yang diunggah ke Youtube, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan langkah pihak Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat tim transisi adalah hal yang tidak etis. Karena keputusan gugatan hasil pemilihan presiden dari Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi (MK) belum final.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Tim Transisi, Joko Widodo - Jusuf Kalla, Anies Baswedan menuturkan, dibentuknya tim transisi tersebut sebagai antisipasi dan rasa tanggung jawab Joko Widodo-Jusuf Kalla terhadap bangsa. Karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan keduanya sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
"Pak Jokowi perlu mengantisipasi, yang dikerjakan adalah persiapan, apapun hasilnya persiapan harus jalan karena bebannya akan besar, sikap bertanggungjawab adalah antisipasi," kata Anies di Rumah Transisi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam, 8 Agustus 2014.
Anies mengatakan, pada saat kampanye pemilihan presiden saja segalanya harus dipersiapkan dengan matang. Kemudian apalagi saat ini saat KPU sudah menetapkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
"Berbeda jika ada komunikasi resmi, pertemuan-pertemuan resmi dengan pemerintah, itu lain cerita, tapi kalau secara internal pak Jokowi melakukan persiapan, boleh-boleh saja, justru itu adalah sikap yang bertanggungjawab," tutur dia.
Anies menambahkan, apa yang dilakukan di rumah transisi saat ini adalah persiapan-persiapan yang sifatnya internal dan belum ada hubungannya dengan pemerintahan. Kata dia, apabila keputusan MK sudah final baru semua yang di rumah transisi akan berkomunikasi dengan pemerintahan SBY saat ini.
"Ini yang perlu ditegaskan bahwa yang dikerjakan adalah persiapan secara internal, nanti komunikasi dengan pemerintah sebelumnya dilakukan sesudah putusan final MK, tetapi persiapan dimulai, jangan kan sekarang, bulan April juga boleh lah," ucapnya.
Sebelumnya, melalui situs Youtube Presiden SBY beranggapan pemilihan waktu untuk membentuk ataupun memberikan pekerjaan pada tim transisi tidaklah tepat. Apalagi proses Pilpres berupa gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) belum usai.
"Tapi sekali lagi, tunggu timing yang tepat. Rasanya tidak baik dan tidak etis ketika MK sedang bersidang, belum mengambil keputusan apapun lantas saya, misalkan atau menteri-menteri di kabinet saya untuk bersama-sama merencanakan masa transisi ini," kata SBY.
Ia mengatakan langkah Jokowi dipahami karena setelah mengucap sumpah di MPR beberapa bulan ke depan, sejumlah agenda penting akan menanti. Termasuk agenda yang taraf internasional dan regional seperti KTT ASEAN, APEC, hingga G-20.
Tetapi, proses pilpres belum benar-benar selesai. MK masih melanjutkan proses gugatan pasangan Prabowo-Hatta.
"MK masih bersidang dan belum memberikan putusan atas apa yang diadukan Prabowo-Hatta. Oleh karena itu, saya mengulangi seruan saya beberapa saat lalu, semua pihak harus bersabar terlebih dulu," katanya.
Sumber: viva.co.id







No comments:
Post a Comment